Senin, 04 Mei 2020

PEMERIKSAAN BORAKS PADA MAKANAN

MATA KULIAH     : PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN-A 
DOSEN                  : Khiki Purnawati Kasim,S.ST.,M.Kes

LAPORAN
PEMERIKSAAN BORAKS PADA MAKANAN  SECARA KUALITATIF


OLEH :
SELPIANRIANI 
PO714221181085
D4/2B
  

KEMENTERIAN KESEHATAN MAKASSAR REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI D.IV


A. Dasar Teori 
Pada Tingkat pengetahuan yang rendah mengenai bahan pengawet merupakan faktor utama penyebab penggunaan boraks pada produk makanan. Beberapa survei menunjukkan, alasan produsen menggunakan boraks sebagai bahan pengawet karena daya awet dan mutu yang dihasilkan menjadi lebih bagus, serta murah harganya, tanpa peduli bahaya yang dapat ditimbulkan.
Hal tersebut ditunjang oleh perilaku konsumen yang cenderung membeli makanan berharga murah, tanpa mengindahkan kualitas. Dengan demikian, penggunaan boraks pada produk makanan dianggap hal biasa. Sulitnya membedakan produk yang dibuat dengan penambahan boraks juga menjadi salah satu faktor pendorong perilaku konsumen tersebut.
Boraks adalah senyawa dengan nama kimia natrium tetraborat (NaB4O7). berbentuk padat, jika terlarut dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Dengan demikian bahaya boraks identik dengan bahaya asam borat (Khamid, 1993).Meskipun bukan pengawet makanan, boraks sering pula digunakan sebagai pengawet makanan. Boraks sering disalahgunakan untuk mengawetkan berbagai makanan seperti bakso, mie basah, pisang molen, siomay, lontong, ketupat dan pangsit. Selain bertujuan untuk mengawetkan, boraks juga dapat membuat tekstur makanan menjadi lebih kenyal dan memperbaiki penampilan makanan (Vepriati,2007).

B. Tujuan
Mengetahui cara penentuan kandungan boraks pada makanan?
Mengetahui ciri-ciri makanan yanga mengandung boraks?

C. Alat dan Bahan
 1. Tusuk gigi/stik bambu
 2. Tahu mentah
 3. Rimpang kunyit

D. Produser Kerja
  1. Pertama-tama siapkan alat dan bahan
  2. Kemudian tusukkan stik bambu tadi ke rimpang kunyit dan tunggu beberapa detik 
  3. Selanjutnya lepas stik dari kunyit tersebut kemudian tusuk ke tahu dan tunggu beberapa detik
  4. Kemudian lepas stik tersebut dari tahu 
  5. Kemudian amati perubahan warnanya, jika ujung stik berubah warna menjadi orange kemerahan maka tahu tersebut positif mengandung boraks jika tidak ada perubahan warna maka tahu tersebut negatif artinya aman untuk dikonsumsi. 


E. Hasil
Berdasarkan uji coba yang dilakukan, dapat diketahui bahwa sampel yang diperiksa yaitu tahu negatif mengandung boraks atau aman untuk dikonsumsi .Dimana pada ujung stik yang sudah ditusukkan ke kunyit dan tahu tidak mengalami perubahan warna menjadi orange kemerahan.





F. Analisa Hasil
Pada praktikum uji kandungan boraks pada makanan ,  pertama disiapkan sampel sebanyak yg diperlukan. Sampel yang digunakan yaitu tahu. Sampel tersebut dilakukan pemeriksaan secara kuantitatif, dimana stik ditusukkan ke rimpang kunyit selanjutnya ditusukkan ke tahu dan kemudian di amati perubahan warnanya, Apabila ujung stik berubah warna menjadi orange kemerahan makan sampel yang di uji positif mengandung boraks. 
Pemakaian boraks dalam jumlah banyak dapat menyebabkan demam, depresi, kerusakan ginjal, nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, kebodohan, kebingungan, radang kulit, anemia, kejang, pingsan, koma bahkan kematian. Boraks juga dapat menimbulkan efek racun pada manusia, tetapi mekanisme toksisitasnya berbeda dengan formalin. Toksisitas boraks yang terkandung di dalam makanan tidak langsung dirasakan oleh konsumen. Boraks yang terdapat dalam makanan akan diserap oleh tubuh dan disimpan secara kumulatif dalam hati, otak, atau testis (buah zakar), sehingga dosis boraks dalam tubuh menjadi tinggi.Pada dosis cukup tinggi, boraks dalam tubuhakan menyebabkan timbulnya gejala pusing-pusing, muntah, mencret, dan kram perut.


G. Kesimpulan
Dari pemeriksaan yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Pada sampel tahu yang telah diperiksa tidak mengandung boraks atau negatif mengandung boraks.
  2. Makanan yang mengandung boraks akan berwarna orange kemerahan 

H.Saran
Kita harus waspada dalam mengonsumsi makanan/membeli makanan agar kesehatan kita tetap terjaga.



DAPTAR PUSTAKA
Adawyah, R. 2007. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Astawan, M. 1999. Membuat mie dan Bihun. Jakarta : Penebar Swadaya.

Balai Besar POM. 2007. Instruksi kerja : Identifikasi Boraks Dalam Makanan. Medan.

British Pharmacopoeia. 1988. British Pharmacopoeia, Volume I & II. London: Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA). Page 4788.

BSNI. 1998. SNI 01-3142-1998 : Syarat Mutu Tahu. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional Indonesia.

Cahyadi, W. 2006. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta : Penerbit Bumi Aksara.

Clarke, E. G. C., Moffat, A. C., Osselton, M. D., Widdop, B. 2004. Clarke’s Analysis of Drugs and Poisons. London : Pharmaceutical Press.













84 komentar:

  1. Laporannya sangat bermanfaat, dan mudah Dimengerti🙂

    BalasHapus
  2. Semoga bermanfaat untuk masyarakat🙏

    BalasHapus
  3. Semoga laporan bisa bermanfaat bagi masyarakat 👌

    BalasHapus
  4. Laporannya sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan

    BalasHapus
  5. Laporannya sudah bagus. Semoga bermanfaat

    BalasHapus
  6. Mungkin bisa ditambahkan ciri" fisik bakso yang mengandung boraks agar lebih mudah untuk masyarakat dalam memilih makanan yang aman, but overall good👌👍

    BalasHapus
  7. laporannya sangat jelas dan bahasa yg digunakan mudah dipahami

    BalasHapus
  8. Sangat bermanfaat tapi tolong admin masukkan tanggal pemeriksaannya dong

    BalasHapus
  9. Laporannya sangat bermanfaat dan mudah di pahami 👍🏻

    BalasHapus
  10. Laporannya sangat bermanpaat,menambah pengetahuan dan bisa jadi referensi .

    BalasHapus
  11. sangat membantu saya lebih tau cara mengetahui bahaya boraks pada makanan

    BalasHapus
  12. Semoga laporannya bermanfaat

    BalasHapus
  13. informasi yang diberikan lengkap serta bahasa yang digunakan mudah dipahami.

    BalasHapus
  14. Informasi yang sangat membantu

    BalasHapus
  15. super lengkap dan sangat bermanfaat👍

    BalasHapus
  16. Sangat jelas dan mudah dimengerti👍

    BalasHapus
  17. Sudah bagus dan kata-katanya mudah dipahami 🙏

    BalasHapus
  18. Sangat bermamfaat

    BalasHapus
  19. Tugasnya sangat bagus dan mudah untuk dipahami

    BalasHapus
  20. Laporannya sangat bagus karena dapat membantu kita dalam terutama masyarakat awam mengenai cara memebedakan tahu yg mengandung bahan kimia dan tidak mengandung bahan kimia

    BalasHapus
  21. Laporannya sdh bagus,dan dpt menambah ilmu bagi pembacanya

    BalasHapus
  22. Laporan nya sudah bagus , dan membantu juga

    BalasHapus
  23. Laporannya bagus, jelas Dan dpat dimnegrti.

    BalasHapus
  24. Terimakasih telah berbagi pengetahuan

    BalasHapus
  25. Laporannya sangat jelas dan mudah dimengerti

    BalasHapus
  26. bermanfaat semogah siapapun yang membacanya bisa di pahami serta melakukan praktiknya di rumah

    BalasHapus
  27. Trimksih informasinya,sngat bermanfaat

    BalasHapus
  28. Laporannya bagus dan mudah dipahami

    BalasHapus
  29. Mantapp kak laporannya bermanfaat sekali untuk referensi d rumah

    BalasHapus
  30. Laporan yg sangat bgus, dan klau bisa jga publikasikan jga ke msyarakat agar mereka tau bgitu bahaya boraks bgi kesehatan, agar mereka tidak sembarang mengonsumsi makanan,apalagi mkanan yg byak mngandung bahan kimia termasuk boraks.

    BalasHapus
  31. laporannya bagus dan sangat jelas

    BalasHapus
  32. Analisa hasil tidak sesuai dengan hasil yg di dapat dan saran tidak operasional.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimah kasih ibu atas kritikannya, laporan selanjutnya lebih diperbaiki lagi😊

      Hapus