Selasa, 17 Maret 2020

Makalah cacing giardia lamblia



KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang MahaEsa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai Giardia Lamblia.

Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh Karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini.Oleh Karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapa t membangun kami.Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.



Makassar,   Maret 2019


Penulis

                                                         




1.  Sejarah

Parasit ini di temukan oleh Antoni Van leuwenhoek (1681), sebagai mikro organisme yang bergerak-gerak didalam tinja, dan flagellata ini pertama kali di kenal serta dibahasoleh lambl (1859), dan diberinama “intestinalis“. Stiles (1915) memberikan nama baru, Giardia lambia, untuk menghormati Prof. A. Giard dari Paris dan Dr. Lambl dari Prague.

Manusia adalah hospes alamiah Giardia lamblia, selanjutnya spesies dan morfologi yang sama ditemukan pada berbagai hewan, penyakit yang di sebabkannya disebut Giardiasis, Lamblias, dengandistribusi geografik bersifat kosmolit dan lebih sering di temukan di daerah beriklim panas dari pada di daerah beriklim dingin, dan parasit ini juga di temukan di Indonesia.



2.     Penyebaran
G.lamblia adalah parasit yang tersebar kosmopolit dan lebih sering ditemukan di daerah beriklim panas daripada di daerah beriklim dingin. Parasit ini juga ditemukan di Indonesia.

3.Taksonomi

Kingdom         : Protista
Subkingdom    : Protozoa
Phylum            : Sarcomastigophora
Subphylum      : Mastigophora
Class                :  Zoomastigophora
Order               :  Diplomonadida
Family             :  Hexamitidae
Genus              :  Giardia
Species            :  lamblia

4. Morfologi
Dalam morfologi atau bentuk dari protozoa parasit Giardia Lamblia ini mempunyai 2 stadium yaitu;
1. Stadium trofozoit
Ukuran 12-15 mikron; berbentuk simetris bilateral seperti buahjambu monyet  yang bagian  anteriornya membulat dan bagian posteriornya meruncing. Permukaan dorsal cembung (konveks) dan pipih di sebelah ventral dan terdapat batil isap berbentuk seperti cakram yang cekung dan menempati setengah bagian anterior badan parasit. Ia mempunyai sepasang inti yang letaknya di bagian anterior, bentuknya oval dengan kariosom di tengah atau butir-butir kromatin tersebar di plasma inti. Trofozoit ini mempunyai 4 pasang flagel yang berasal dari 4 pasang blefaroplas.  Terdapat 2 pasang yang lengkung dianggap sebagai benda parabasal, letaknya melintang di posterior dari batil isap.

                                   
                                                          Gambar .Tropozoit Giardia lamblia



       2. Stadium kista

  Berbentuk oval berukuran 8-12 mikron, mempunyai dinding yang tipis dan kuat. Sitoplasmanya berbutir halus dan letaknya jelas terpisah dari dinding kista. Kista yang baru terbentuk mempunyai 2 inti; yang matang mempunyai 4 inti, letaknya pada satu kutub. Kista berukuran lebih kecil daripada trofozoit yaitu panjang 8-18 μm dan lebar 7-10 μm. Letak kariosom lebih eksentrik bila dibandingkan dengan trofozoit. Pada kista yang telah matur terdapat 4 buah median bodies, 4 buah nuclei, dan dapat pula ditemukan longitudinal fibers.

                                     
                                            Gambar. Kista Giardia lamblia
 5.  Habitat
Giardia lamblia ditemukan di tanah, air, atau makanan yang telah terkontaminasi tinja dari manusia yang terinfeksi atau protozoa G.lamblia bisa berasal dari air yang terkontaminasi yang meliputi air yang tidak direbus, disaring, atau didesinfeksi dengan bahan kimia.
 Jika protozoa ini dalam usus manusia,protozoa tersebut dapat hidup di rongga usus kecil, yaitu duodenum dan bagian proksimal jejenum dan kadang-kadang di saluran dan kandung empedu. Bila kista matang tertelan oleh hospes, maka akan terjadi ekskistasi di duodenum, kemudian sitoplasma membelah dan flagel tumbuh dari aksonema sehingga terbentuk 2 trofozoit. Dengan pergerakan flagel yang cepat trofozoit yang berada di antara villi usus bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Bila berada pada villi, trofozoit dengan batill isap akan melekatkan diri pada epitel usus. Trofozoit kemudian berkembangbiak dengan cara belah pasang longitudinal. Bila jumlahnya banyak sekali maka trofozoit yang melekat pada mukosa dapat menutupi permukaan mukosa usus halus (Wolfe, 1992; Farthing, 1999; Hawrelak, 2003). Trofozoit yang tidak melekat pada mukosa usus, akan mengikuti pergerakan peristaltik menuju ke usus bagian distal yaitu usus besar. Enkistasi terjadi dalam perjalanan ke kolon, bila tinja mulai menjadi padat, sehingga stadium kista dapat ditemukan dalam tinja yang padat.  Cara infeksi dengan menelan kista matang yang dapat terjadi secara tidak langsung melalui air dan makanan yang terkontaminasi, atau secara langsung melalui fecal-oral.Giardia lamblia mempunyai bentuk tropozoit dan kista, dan hidup di duodenum dan di proksimal jejenum. Makan di ambil dari isi usus, meskipun parasite ini mungkin mendapat makanan dengan mempergunkan batil isapnya dari sel-sel epitel. Sedangkan cara berkembang biaknya dengan cara pembelahan mitosis selama terbentuk kista.

6.  Siklus hidup

   

Siklus hidup Giardia lamblia dimulai dari penularan dimulai dari menelan parasit dalam bentuk kista. Dinding kista yang tebal akan pecah terkena asam lambung, dan keluarlah bentuk tropozoit Bentuk tropozoit segera membelah dua, dan bergerombol dengan parasit lain di daerah usus halus, yang kemudian mulai menimbulkan gejala gangguan saluran cerna.

Bentuk tropozoit ini mirip buah pear yang dibelah dan mempunyai sepasang cambuk(flagella) untuk membantu bergerak dan berenang bebas di dalam lumen usus. Bentuk tropozoit ini kontak dengan cairan empedu, mengubah campuran makanan dan enzim pencernaan, Kemudian mulai menembus lapisan selaput lendir usus, sambil terus membelah memperbanyak diri sampai bertahun tahun. Bentuk ada yang mati karena enzim pencernaan dan ada yang berubah menjadi bentuk kista berdinding tebal dan keras.Yang ikut aliran cairan usus, akan ikut keluar bersamakotoran, mencemari air sungai, air danau, air selokan, atau mata air di pegunungan. Parasit G. lamblia mencemari air permukaan, bersama-sama, Virus HepatitisA, menyebabkan sakit kuning (hepatitis), Kuman Salmonella menyebabkan penyakit demam tipus, kuman Campilobacter menyebabkan diare pada manusia yang tertular melalui konsumsi daging babi, atau susu mentah. Sanitasi air minum perlu diperhatikan untuk menghindari penularan parasit, virus dan kuman penyebab penyakit tersebut.
Penularan dapat terjadi dari orang ke orang melalui tangan yang mengandung kista dari tinja orang yang terinfeksi ke mulut orang lain, penularan terjadi terutama di asrama dan tempat penitipan anak. Cara-cara penularan seperti ini adalah yang paling utama. Hubungan seksual melalui anus juga mempermudah penularan. KLB terbatas dapat terjadi karena menelan kista dari air minum yang terkontaminasi tinja penderita, dan tempat rekreasi air yang tercemar dan jarag sekali penularan terjadi karena makanan yang terkontaminasi tinja. Kadar chlorine yang digunakan secara rutin untuk pengolahan air bersih tidak dapat membunuh kista Giardia, khususnya pada saat air dalam keadaan dingin; air kotor yang tidak disaring dan air danau yang terbuka terhadap kontaminasi oleh tinja manusia dan hewan merupakan sumber infeksi.
 



7. Penyebab penyakit
Penyebab penyakit Giardiasis adalah adanya parasit yang hidup di dalam perut. Nama parasit tersebut adalah Intestinalis Giardia. Mikro organisme ini hidup sebagai parasit dalam perut manusia.Intestinalis Giardia dapat melakukan penyebaran ketika orang yang terinfeksi melakukan buang air besar, mikro organsime ini bisa ikut keluar bersamaan dengan feses atau tinja, dan dapat bertahan hidup selama beberapa dalam beberapa minggu dan dapat menyebar pada air minum yang yang dikonsumsi.
           
                   Gambar Intestinalis Giardia
Orang yang berpotensi mengalami adalah mereka yang sering melakukan kontak dengan tempat keluarnya feses, seperti saat mengganti popok bayit atau memberishkan tinjanya (cebok). Jika tidak pandai pandai menjaga kebersihannya, maka dari sinilah mikro organisme yang bernama Intestinalis Giardia dapat ditransfer. Selain itu orang yang juga dapat berpotensi memiliki penyakit Giardiasis adalah mereka yang sering menkonsumsi air di bawah standar bersih.
Parasit ini ditularkan dari orang ke orang melalui kista dalam tinja. Penularan langsung terjadi diantara anak-anak atau mitra seksual, atau secara tidak langsung melalui air atau makanan yang terkontaminasi.




8. Pencegahan
       Pencegahan dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :
     1. Mengkonsumsi air minum yang bersih yang telah menjalani pemanasan sampai 50° sehingga dapat menginaktifkan kista.
     2. Pada umumnya G. Lamblia resisten terhadap klorin, sehingga penyaringan sangat diperlukan untuk menghilangkan kontaminasi oleh protozoa patogen ini.
     3. Melindungi tempat persediaan air dari hospes reservoir (berang-berang dan tikus air).
     4. Memasyarakatkan kebersihan individu (cuci tangan).
     5. Penyediaan makanan yang bersih dan baik.

 9.DAFTAR PUSTAKA
                  Jawetz, E. dkk. 2004. “Mikrobiologi Kedokteran”. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.
       Soejoto dan Soebari,parasitologi medik jilid 1 protozologi dan helmintologi,solo
       Cheng, Thomas C. 1973. General Parasitology. Florida: Academic Press, Inc.
       Safar, Rosdiana. 2009. Parasitologi Kedokteran: Protozoologi, Entomologi dan Helmintologi. Bandung: Yrama Widy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar